![]() |
| Saat AMP Yogyakarta, membacakan pernyataan sikap, di depan asrama Kamasan Yogyakarta, Jln. Kusumanegara, Yogyakarta, Senin, (02/05). Foto : Manfred/KM |
1 Mei 1963 bagi rakyat Papua merupakan awal pendudukan Indonesia di
Tanah Papua. Terjadinya penyerahan kekuasaan dari pemerintahan sementara
PBB (UNTEA) kepada Indonesia melegitimasi Indonesia untuk menempatkan
militernya dalam jumlah besar di Papua Barat. Sesuai perjanjian New York
(New York Agreement) 15 Agustus 1962, Indonesia ditugaskan untuk
membangun sambil mempersiapkan pelaksanaan Act of Free Choice (Tindakan
Pilih Bebas) atau Self Determination (Penentuan Nasib Sendiri).
"01 Mei 1963 Aneksasi Papua awal Pemusnahan rakyat Papua "Hak Menentukan
Nasib Sendiri solusi Demokrasi bagi rakyat Papua Barat," hal ini
disampaikan oleh Koteka Goo, saat diwawancara media ini.
Senin, 02 Mei 2016, lanjut Goo, atas seruan aksi serentak AMP di sejawa
dan Bali, sejak pukul 10;23 waktu jogja, AMP Jogja telah mulai aksi
dengan doa Pembuka.
"Aksi kali ini sebelumnya di rencanakan akan long march ke titik 0 km,
Malioboro, dari titik kumpul, Asrama Papua, Kamasan I. Namun akibat di
hadang oleh kepolisian, aksi beruba menjadi mimbar bebas saja di depan
Asrama Papua, Kamasan I, jln. Kusumanegara, Sleman Jogja," katanya
Dalam kepungan gabungan polisi dan Brimob, massa aksi di terror, di
ancam akan di bubarkan. Terlihat sangat represi tindakan polisi terhadap
massa aksi (AMP) di Jogja.
Jubir aksi, Telius Jikwa, juga mengatakan "Tindakan represif itu di
lakukan tanpa alasan yang jelas, dan tidak boleh bertanya apa pun kepada
kepolisian.
Kabak Humas Polda D.I.Yogyakarta, Mantan Kasat Intelijen Polresta Jogja,
Sigit ketika ditanya atas dasar UU dan aturan Hukum Pidana nomor
berapa? Tentang pelanggaran atau kejatahatan apa yang di lakukan oleh
AMP terkait.
Selain itu, Sigit juga tidak menjawab pertanyaan yang diberikan oleh wartawan lokal Papua.
Sementara itu, pantauan media ini, massa aksi di kepung hingga masuk
dalam tali komando, dan segera mereka merampas poster bergambar Bintang
Kejora atas perintah Sigit. Dan terjadi beradu mulut, sehingga terjadi
aksi saling dorong antara Polisi dan masa aksi, akhir situasi kebali di
netralkan oleh Kordinator aksi.
Namun aksi tetap di lanjutkan dalam situasi yang tertutup di kepung,
hingga di akhiri dengan membacakan Pernyataan Sikap Oleh Kordinator Umum
aksi, Koteka Goo.
Kemudian, Dalam aksinya kali ini massa AMP kembali meminta Indonesia agar segera :
Pertama, Bubarkan Kodam, Kodim, Korem, Babinsa; Tarik Militer (TNI-Polri) Organik dan Non-Organik dari seluruh Tanah Papua
Kedua, Hentikan Eksploitasi dan Tutup seluruh perusahaan milik Kaum Imperialis; Freeport, BP, LNG Tangguh, Corindo, Medco dll.
Ketiga, Berikan Kebebasan dan Hak Menentukan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua sebagai solusi Demokratis.
Pada pukul 12;01 waktu jogja, aksi di akhiri dengan doa dan evaluasi bersama. (Manfred/KM)
(Baca : Press Realese AMP)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar