Selasa, 10 Mei 2016

INGGRIS TIDAK PERNAH MENGAKUI AKTIVI TAS BENNY WENDA

INGGRIS TIDAK PERNAH MENGAKUI AKTIVI TAS BENNY WENDA
HarianPapua.com – Pertemuan Parlemen Internasional untuk Papua Barat atau International Parliamentarians for West Papua (IPWP), yang berlangsung di Inggris dibantah keras oleh pemerintah setempat lewat kedutaan besar Inggris untuk Indonesia di Jakarta, Rabu (4/5) kemarin.
“Inggris menghormati secara penuh integritas wilayah Indonesia. Kami mengakui Papua sebagai wilayah integral Indonesia. Selain itu kami juga mendukung langkah dari Presiden Joko Widodo untuk memperhatikan isu yang dihadapi Provinsi Papua dan Papua Barat. Kami harap wilayah itu bisa merasakan perdamaian, stabilitas, kemakmuran serta penegakan HAM yang sama dengan wilayah lain di Indonesia,” ujar Kepala Urusan Media dan Komunikasi Kedubes Inggris James Mortime dikutip Metrotvnews.com.
Disamping itu, pertemuan untuk membahas perpisahan Papua dari tubuh NKRI juga dibantah juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir, yang mengatakan bahwa pertemuan tersebut bersifat ‘Cari Muka’ dan hanya dihadiri oleh orang-orang tidak jelas yang organisasinya pun tidak diakui di Inggris seperti Organisasi Komite Nasional Papua Barat atau yang lebih sering dikenal dengan KNPB di Indonesia.
“Yang kita ketahui adalah kemarin ikut serta dalam melaksanakan pertemuan itu adalah anggota Parlemen Inggris secara individu yang saya bilang merupakan back benchers (yang suaranya tidak memiliki pengaruh), itu adalah anggota parlemen yang tidak dihitung karena duduknya di belakang dan enggak penting lah. Intinya itu,” ujar Arrmanatha di Gedung Pancasila, Rabu (4/5/2016).
“Jadi mereka back benchers, bukan pertemuan besar, dan itu dimanfaatkan oleh kelompoknya Benny Wenda. Itu hanya pure untuk cari publikasi (cari muka). Kalau ngomong di situ katanya ada PM Tonga, nah itu kebetulan PM Tonga lagi melakukan kunjungan ke Inggris. Dan ini bukan posisi resmi pemerintah Inggris. Mereka sama sekali tidak mendukung gerakan yang dilakukan oleh Benny Wenda,” kata Arrmanatha.
Dirinya menambahkan, bahwa isu menjadi besar karena diolah sedemikian rupa oleh kelompok Benny Wenda, yang memang sangat menginginkan Papua lepas dari pelukan Indonesia. Benny Wenda sendiri diketahui sudah “kabur’ ke Inggris sejak 2003 lalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar