Kamis, 19 Mei 2016

HENGKI KAYAME : PANIAI TAK AKAN DIMEKARKAN

HENGKI KAYAME : PANIAI TAK AKAN DIMEKARKAN


Bupati Paniai, Hengki Kayame di tengah masyarakat Suku Moni di Kampung Ugidimi, Distrik Bibida. (Jubi/Markus You)
Jayapura, 12/10 (Jubi) – Dalam dua bulan terakhir, muncul wacana tentang rencana pemekaran dua kabupaten baru di Kabupaten Paniai, yakni Moni dan Wedauma. Wacana tersebut dianggap bukan aspirasi masyarakat, melainkan oleh segelintir kelompok berkepentingan.
Penilaian ini diungkapkan Bupati Hengki Kayame, saat dikonfirmasi tabloidjubi.com melalui telepon seluler, Sabtu (12/10) siang. “Saya tidak akan respon, karena ini aspirasi satu dua orang saja. Jadi, Kabupaten Paniai tetap satu, tidak ada pemekaran lagi,” ujarnya.
Bupati Paniai menyatakan, orang-orang yang bikin tim pemekaran mesti menyadari prosedur sesuai aturan di negara Indonesia. “Siapa yang mau kasih rekomendasi? Saya sebagai bupati induk, tidak akan kasih. Tahu aturan, tanpa rekomendasi itu tidak bisa. Jangan tipu rakyat saya, hasut dengan isu pemekaran, ini saya mau kerja, bangun, selama lima tahun ke depan,” tutur Hengki Kayame.
Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Paniai (FKMKP) Jayapura, Abed Yosua Kayame, menyatakan, menolak adanya aspirasi pemekaran dua Daerah Otonom Baru (DOB) di Kabupaten Paniai.
“Mahasiswa-mahasiswi Paniai, baik Suku Moni, Mee dan Wolani, dengan tegas menolak pemekaran kabupaten baru (Moni/Delama dan Paniai Timur/Wedauma) di Kabupaten Paniai,” ujar Yosua.
Dari aspek luas wilayah, letak geografis, jumlah penduduk, dan ketersedian sumber daya manusia, kata dia, sangat tidak mendukung. “Jadi, yang ada bicara dan sedang perjuangkan pemekaran dua kabupaten itu karena kalah politik pada Pilkada Paniai, Intan Jaya dan Nabire,” tudingnya.
Kabupaten Paniai terdapat 10 distrik. Dua distrik (Dumadama dan Bibida) diklaim masuk dalam rencana calon Kabupaten Moni/Delama. Sedangkan Paniai Timur yang dipimpin Marthinus Nawipa, SE, MM, mematok wilayahnya adalah lima distrik (Ekadide, Agadide, Kebo, Bogobaida, dan Siriwo).
Tak ada respon yang baik alias ditolak oleh Bupati Paniai, Tim Kerja Rencana Pemekaran Calon Kabupaten Paniai Timur terpaksa “terbang” ke Jakarta mencari dukungan pemerintah.
Salah satu anggota timnya, Yuliten Nawipa, mengatakan, pemerintah pusat akan “turun” untuk melakukan studi kelayakan di lapangan dan harapannya aspirasi DOB dapat digodok melalui mekanisme.
“Kami sudah berusaha ketemu dengan Bupati Paniai untuk sampaikan aspirasi masyarakat 5 distrik dan 32 kampung, tetapi tidak berhasil. Makanya, kami akan hadirkan tim dari Jakarta supaya lihat langsung kondisi daerah,” katanya.
“Perlu kami pertegas bahwa aspirasi pemekaran ini dari masyarakat lima distrik, bukan aspirasi kelompok tertentu. Dan, kami namakan Paniai Timur, ini tidak ada kaitan dengan Wedauma yang diisukan beberapa bulan lalu,” tutur Yuliten.
Atas nama tim, dia mengaku sangat kecewa, karena, “Bupati Paniai langsung tolak mentah-mentah tanpa alasan yang jelas terhadap aspirasi pemekaran itu.” (Jubi/Markus You)

Minggu, 15 Mei 2016

KATA-KATA BIJAK VICTOR YEIMO KETUA UMUM KNPB

KATA-KATA BIJAK VICTOR YEIMO KETUA UMUM KNPB

Ketua Umum KNPB Victor Yeimo (foto,Pribadi)
"Tunduk tertindas atau bangkit dan melawan. Karena Mundur adalah PENGHIANAT bagi Rakyat Bangsa Papua.Hanya ada satu kata "MERDEKA" harga mati." "Kelly Kwalik Pahlawanku"

"Jiwa Raga & Semangat Juang Kedua Pahlawan Sejati Selalu Ada Di mana Mereka Ada Berdiri. "

"Tubuh boleh mati tp Roh Refolusi Takkan Pernah mati, Hormat Komd Kami akan terus Membakar Semangat Api Perjuangan Sampai Papua Freedom. Selamat istirahat Komandanku.."( Charles Sraun)

"Indonesia tidak suka orang Papua berjuang terbuka, damai dan bermartabat. Indonesia hanya mau memelihara kekerasan diatas tanah Papua."

"Yason Ngelia adikku, jejak perlawanan kita seperti itu. Kau menjajaki dan baru saja menancapkan taji intelektualitasmu di penjara. Bukti bahwa Mahasiswa tidak hanya berprestasi tapi bergerak. Tidak pasifis tapi aktivis untuk pembebasan! Semoga kau tetap menginspirasi Mahasiswa dari gaya hidup yang cenderung pada kesenangan sementara dan individualis: hedonisme, dandyisme, apatisme, dramaturgisme dan sejenisnya. Selamat berjuang kembali, kita pasti jumpa di jalan-jalan itu."

"Kakamu di tempat itu"

"Filep Karma, sedang kudengar sisimu yang memilukan tapi menyuguhkan. Akan kokoh keteguhan hati di tempat ini. Percaya kita pada harapan akan kemenangan. Sungguh megah!"

"Menulis bukanlah menggambarkan dunia maya, tapi menggambarkan sebuah realita hidup yang sedang dijalani,"  

"su terlalu baik, juga terlalu sabar menahan semua. Air mata itu. Darah dan tulang belulang yang bertebaran. Luka yang terpendam tak kuasa dipendam lagi. Kebencian terus memuncak. Kelakuan yang kau langgengkan atas nama hukum yang kau jadikan tuhan. Sudah cukup, tak ingin lagi kami dengar nyanyian "nina bobo" itu, lagipula kami terlanjur dewasa untuk menyadari bahwa hanya ada satu hal yang kami percaya: Pemberotakan!"

Terus berkelana. Jejak masih rapuh. Jiwa masih terseok. berharap saat raga kokoh berdiri, dan nafas kuat menggema, seribu mutiara kan berkilau di jalan surga."
 
"Penindasan ini harusnya kita lawan. Tapi kenapa ko malas tau kawan. Terlalu jauh bgitukah ideologi, nilai, kesadaran diri anda tenggelam dalam hegemoni penguasa (borjuis). Kawan, ingatlah, ini semua adalah ilusi yang diciptakan kaum borjuis penguasa agar kita kehilangan ideologi serta jatidiri sebagai manusia merdeka, diatas tanah ini. Kawan, trada cara lain, perang pergerakan adalah solusi, "the war of movement", disini...diatas tanah ini."
 
"Kematian adalah bagian dari hidup dan perjuangan, tapi bakti tulusmu kan hidup dan abadi bagi bangsa ini. Selamat jalan kawanku, Tekege Parance (Jubir KNPB Nabire) dan Marthen Kalolik (Anggota KNPB Pusat). Kan kami kenang dan merindu slalu."

"Untukmu kawan sejalur, dengarlah kawan, bahwa untuk alasan apapun, dan untuk kepentingan apapun, harga diri bangsa dan perjuangan ini tidak boleh tergadai. Biarkan perjuangan tetap berdiri murni walau itu menyakitkan."

"Hamparan hijau dan kabut kelam menutupi jagat raya, menyapu lereng gersang, menyambut fajar pagi. Kamilah pemilik alam raya ini. Kami berhak menjadi manusia bertuan yang menghargai martabat dan harga diri bangsa ini. Tanah ini milik kami. Engkau, sadarlah"

“Desiran angin lambaikan bendera negeri, indah bagai di taman surga, terasa sempurna, membuatku terpanah, terkesima dan mendetak sanubari walau jejak-jejak patriot mengitari rimba bersama untaian derita negeri.”

‘”kan abadi, terpatri dalam sanubari, dan terpesona menawan hati di alam seribu belulang yang bertebaran’”

“Tanah ini, surga kita yang kian hilang, digilas pecandu kekayaan. Haruskah kita diam? Dengarlah dibalik gunung dan rimba, bintang harapan berkibar mewarwai tanah surga. Jangan biarkan smua ini pergi digilas penjajah”

“Biarkan perjuangan tetap murni. Untuk alasan apapun, termasuk untuk alasan "perjuangan", tidak ada istilah kompromi, eksploitasi, apalagi jual beli perjuangan Papua Merdeka dalam agenda kolonial Indonesia, termasuk PILGUB. Engkau tergiur rupiah dan kedudukan, silahkan jalani saja, itu hak anda. Dan kami, biarkan kami tetap di jalur kami.

“Kamu adalah bagian dari ruang hatiku yang tersembunyi. Sementara perjuangan ini adalah bagian hidupku yang memang harus dipertaruhkan.

“Entah mau menderita dan miskin, entah dunia mau sebut kami tidak bisa, bodoh, kuno atau primitif, dan mau jadi apa kami suatu saat, itu terserah kami. Tinggalkan dan biarkan kami merdeka sendiri, sebab yang kami tahu Tuhan sudah tempatkan kami sebagai orang Papua, diatas tanah Papua untuk kami mendiami dan mengatur hidup kami sendiri.”

“Memang perjuangan ini tidak mudah karena kita tidak hanya berjuang untuk Papua Merdeka, tetapi kita sedang berjuang agar dunia mengerti dan sadar tentang arti sesungguhnya dari kemanusiaan, kebenaran, keadilan dan perdamaian di bumi.

“Booo ko bilang, Negara, Pemerintah dan Hukum WAJIB menghormati, menjunjung tinggi dan melindungi HAM (itu menurut UU RI No. 39/1999). Tapi realitanya terbalik, HAM dilanggar dan dipasung untuk WAJIB menghormati, menjunjung tinggi dan melindungi Negara, Hukum dan Pemerintah. Apa yang harus dibanggakan di NKRI? Utang luar negeri 2012 saja su melambung tinggi sampe Rp. 1.937 Triliun. Apakah NKRI mampu menjamin hak hidup rakyatnya dari utang?, apalagi mempertahankan NKRI? Ah adoo sayang-sayang...mari kita kita bicara baik-baik baru bubar.”

"Sejarah kebenaran dan penindasan dalam negara kolonial Indonesia telah dan sedang melahirkan generasi perjuangan Papua Merdeka dari waktu-waktu. Dan engkau kolonial akan hancur berkeping-keping dalam kesadaran perlawanan bangsa Papua."

"Mengitari rimba hijau, terjalin bersama hujan yang mengguyur, mendengar nada nada sendu yang terhampar."

"Kawan, engkau tiada pernah kami lupa. Benarkah kita tak akan pernah jumpa di jalur ini. Masih terlalu sakit kami merasa kehilangan dirimu. Engkau seharusnya ada disaat-saat begini."

"Jangan tanya siapa kami, karena apapun, kapanpun, dimanapun, dan bagaimanapun diri kami, hanya satu hal yang kami tau hingga akhir hidup ini, yaitu : "Lawan"."

 "Kala rembulan tak berkenan tebarkan cahaya Aku merasa terasing."

 "Tiada menjadi, menjadi pun tiada....ku hanya mencoba selama masih mungkin."

 "Natal, damai di bibir derita di hati."

" Hari ini polisi Indonesia tindakan lebih beradab. Dorang tra pakai senjata, dorang tra dakwa makar. Dorang duduk saja di kursi-kursi lapangan Theys Sentani. Victor Yeimo ditahan tra sampai semalam. Dorang cukup cerdas. Mari kitorang bangsa Papua buktikan kitorang bisa lebih cerdas. Mulai sekarang siapkan cara-cara baru dalam peringatan 1 Desember 2013.(Filep Karma)."

"Yang mengasyikan didunia ini bukanlah dimana kita berada, melainkan kemana kita menuju. Salam Papua Merdeka!"

"Jika kebenaran dipersalakan dan diakui negara bahwa kesalahan itu yang benar dan dihormati sebagai UUD yang harus dihormati maka : rakyat papua akan melawan dengan cara dan gaya yang merupakan budaya orang papua."

"Ahhhhhhhhhhhhhhhh kawan....ini tidak mungkin....knp harus secepat itu kawan. kita harus akhiri apa yg sudah pernah kita mulai. kawan....ini tdk kawan.........Mako telah berlalu, kini engkau lagi, jalur ini trasa hampa tanpa kalian....kenapa...kenapa....derita ini, air mata ini.... tdk mungiin kawan...hati ini sakit.....kwn. Victor Kogoya. "

" Papua Merdeka jalan, kebenaran dan hidup."
 " BAPA kubersyukur buat KASIHMU yang besar,KAU tak memandang hinanya diriku,namun KAU mengasihiku apa adanya aku.Tak sanggup ku uraikan kata untukMU hanyalah TERIMAKASIH."
" Sudah! Cukup......"enough is enough". Terlalu lama engkau bersorak ria diatas penderitaan kami. Stop munafik deng kopu hukum. Kami terbentuk bukan dengan hukummu. Trada ikatan hukum antara ko deng kami, jadi ko trapu dasar tuk larang kami diatas tanah surga. Jijik kami mlihat rupamu...Anjing RI Kaskado....!!."

" Proses benar menuju kemerdekaan dapat diperkirakan dan diyakini tapi tindakan mnuju kesanalah yang mnentukannya. Ide perjuangan sebaiknya diartikulasikan dalam praktek perjuangan. Dalam perjuangan, lebih baik memiliki banyak pekerja dari pada pemikir."

 " Terasing kurasa. Setiap waktu. Berharap menghirup udara bebas. Sperti mereka. Desahan nafas pasrah tak kuasa dibendung. Walau galau mnemani, takkan kubiarkan mereka bersorak diatas penderitaan kami. Jika bukan hari ini, mungkin besok atau lusa."

" Teman,akupun rasakan sengsara yang engkau jalani. Teguhkan hatimu dan Jangan mundur! Percayalah kan slalu ada cerah sehabis mendung." 

" Tak terukur kuasamu Tuhan. Tak juga diriku, pun pengetahuan dunia. Engkau saja yang HARUS abadi dalam hidup ini."

 " Sandiwara ini harus berakhir."

" Mengkonsumsi informasi adalah titik awal terpenting untuk sebuah perubahan, tapi tetap belum terjadi perubahan apapun di dalamnya. Sebab, informasi hanya bisa berguna jika Anda melakukan aksi-aksi yang sesuai dengannya. Jika terlalu banyak membaca ilmu, Anda jadi bantet alias cerdas otak. Karenanya, pengetahuan perlu diubah jadi pengalaman. Lakukan hal tersebut dengan memodifikasi pola pikir dan perilaku Anda di sana-sini. Perubahan sekecil apapun, ketika Anda praktekkan secara kontinyu, pasti akan memberi hasil yang nyata."

" Biar Posko dibongkar, Biar Posko dibongkar pasti Papua Merdeka. Tribute untukmu prajurit rimba, bukit Eduda, Paniai. Kau torehkan sejarah perlawanan hari ini. Engkau yg gugur, dan darah yang bersimbah kan trus dikenang dan terpatri disanubari kami."

 " Setelah sekian lama hilang di belantara, kini kau kembali. Ku harap ini bukan mimpi. Engkau tepati janjimu "i will return". Ku harap engkau ada disamping kami. Engkau revolusioner sejati. Pravda Fight On-"

 " Sambut hari kemerdekaan bangsa Papua Barat 1 Desember , seluruh pengguna facebook wajib ganti photo profil dengan gambar bendera bintang kejora."

" lebih baik bertindak bila berpikir itu menyakitkan. "

 " Kedaulatan ada di tangan rakyat. Biarkan mereka bangkit dan menentukan masa depannya sendiri."

" Papua Merdeka hanya dapat diraih dalam tahapan kerja yang progresif. Papua Merdeka tidak dapat diwujudkan dalam angan-angan dengan agenda-agenda populis yang sekedar menampilkan simbol politik Papua Merdeka. "

" Kepadamu kawan di jalanan, hari ini kukatakan kepadamu, engkau sedang torehkan sejarah negeri."

" Ku dengar isak tangis itu. Melepas satu-satu yang tersisah, pejuang Papua Barat. Demi cita hari esok, ku ingin engkau tetap erat memegang besi itu, walau asa dan tangis tak sanggup mnahan pilu."

 " Lantas, apakah kita harus duduk diam dalam kepasrahan bisu, bersama dawaian lagu penghibur lara yang berjudul "DAMAI" itu? Sedangkan di depan mata kita, para penindas itu terus berjuang dengan pengorbanan untuk membunuh dan menguasai kita? Ini perkara terbalik"

" Titik (.) adalah tanda berhenti. Dan Titik (.) adalah awal dari sesuatu yang baru."

"Kami ada & tetap jln di jalur kami, tanpa sedikitpun mundur. Kami tahu, kami banyak kalah, banyak mati, banyak masuk penjara, banyak terasing, tapi itu bukan alasan utk kami menyerah & takluk tunduk dibawah kaki NKRI. Kami trus bangkit stiap kami jatuh. Kami trus berganti stiap kehilangan serdadu martir yg lain. Tternyata itulah alasan kami trus percaya pd jalur kami sambil perkuat alat-alat perjuangan kam."

" ►►Kolonial, Kapitalis dan Militer adalah 3 wujud penindasan dan penghisapan di Papua Barat yg hrs dilawan dg kesadaran ideologis massa rakyat yg terorganisir dlm kepemimpinan yg revolusioner◄◄"

" Tak kuasa rasanya menahan air mata mendengar ungkapan pilu dalam kepasrahan batinmu. Menghabiskan umurmu dlm ketabahan mnunggu hari pembebasan Papua di sudut pulau karang tempat kau bergerilya. Dalam senja umurmu, engkau masih terlihat seorang patriot pemberani yg gagah, dan membakar naluri kami tadi, entahlan tak tahu kapan akhir kisah nan piluh ini."

Penulis adalah Wenas Kobogau Anggota Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Bandung.

Sumber dari Facebook Ketua Umum KNPB  Victor Yeimo. 
 

About Nesta S. Gimbal

DIBALIK SERUAN PAHLAWAN
AKTIVIS PAPUA

Kabut,
Dalam kenangan pergolakan bumi Cendrawasih
Mendung,
Pertandakah hujan darah deras
Membanjiri asa yang haus kemerdekaan
Dia,Anda,sy dan kt semua
Serbu....merebut  kemerdekan mati,atau hidup soal biasa

Titahmu terdengar kian merasuk dalam jiwa
Dalam serbuan benderamu dgn kata LAWAN menyatu
Kau teruskan mengajak Rakyat “KITA HARUS MENGAKHIRI”
Kau teriakan semangat juang demi negerimu West Papua
Kau relakan terkasih menahan terpaan belati
Untuk mama Papua SALAM FREEDOM

 “Jika kami mati, jangan cari kubur kami di bumi, tetapi carilah di dalam hati para Pecinta.”
            Vietnam Numbay,12 April 2013

Koteka, Tak Hanya Sebuah Pakaian Tradisiona



Koteka, Tak Hanya Sebuah Pakaian Tradisional
By Amo  on mei 09, 2016


Photo/koteka/amoye kayame
Suku-suku di Papua memiliki banyak hal-hal unik, seperti adat-istiadat, bahasa, kuliner, hingga pakaian. Salah satu pakaian yang paling menggambarkan kebudayaan Papua secara umum adalah Koteka. Koteka adalah pakaian untuk menutup kemaluan pria dalam kebudayaan asli Papua. Secara harfiah, koteka sendiri bermakna pakaian yang berasal dari bahasa Mee. Suku Dani yang menempati daerah Bukit Balliem, Wamena, Jayawijaya, menyebut pakaian tradisional ini Horim/Holim. Sedangkan suku-suku di daerah lain di Papua memiliki sebutan tersendiri untuk koteka. Namun yang paling familiar adalah koteka.
Koteka terbuat dari tumbuhan yang buahnya mirip seperti mentimun dengan bentuk yang agak panjang. lebih tepatnya koteka terbuat dari kulit buah labu-labuan yang berbentuk panjang dan berkulit keras, dan mempunyai nama latin Lagenaria Sicecaria. Orang Mee menyebutnya bobbe. Bobbe biasanya di tanam di kebun atau di halaman rumah.
proses pembuatannya, bobbe dipetik (biasanya yang sudah tua) kemudian dimasukkan kedalam pasir halus. Di atas pasir halus tersebut dibuat api yang besar. Setelah panas kulit bobbe akan lembek dan isinya akan mencair, lalu biji-biji beserta cairan akan keluar dari dalam ruas bobbe. Setelah itu, bobbe digantung (dikeringkan) di perapian hingga kering. Setelah kering dilengkapi dengan anyaman khusus dan siap pakai sebagai koteka.
Ukuran koteka biasanya berkaitan dengan aktivitas pengguna yang akan bekerja atau melakukan upacara adat. Suku-suku di Papua bisa dikenali dengan cara mereka menggunakan koteka. Banyak suku-suku di sana yang dapat dikenali dari cara mereka menggunakan koteka. Suku Yali misalnya, menyukai bentuk labu yang panjang. Sedangkan orang Tiom biasanya memakai dua labu. Biasanya koteka yang pendek digunakan saat bekerja, sedangkan koteka dengan ukuran yang lebih panjang biasa digunakan sebagai hiasan-hiasan digunakan dalam upacara adat.
Seiring waktu, koteka semakin kurang populer dipakai sehari-hari. Koteka dilarang dikenakan di kendaraan umum dan sekolah-sekolah. Kalaupun ada, koteka hanya untuk diperjualbelikan sebagai cenderamata. Di beberapa kawasan pegunungan, seperti Wamena, koteka masih dipakai. Untuk berfoto dengan pemakainya, wisatawan harus merogoh kantong beberapa puluh ribu rupiah.
Meskipun di era modern ini kotek atelah beralih fungsi, namun koteka tetap menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan. Dengan menjaga aset budaya yang ada di Indonesia sama artinya kita menjaga nilai-nilai luhur yang tidak akan hilang meski ada di era modern.(Amo Robby/Gobay)

Rabu, 11 Mei 2016

Tokoh Papua Barat Serukan Referendum di Parlemen Inggris

   Tokoh Papua Barat Serukan Referendum di Parlemen Inggris

Rabu, 04 Mei 2016 | 06:42 WIB
Tokoh Papua Barat Serukan Referendum di Parlemen Inggris
Benny Wenda. bennywenda.org

TEMPO.CO, London - Pemimpin gerakan Papua Barat, Benny Wenda, kembali menyampaikan tuntutan pemungutan suara bagi masa depan politik Papua dalam konferensi pers di hotel berbintang empat di pusat kota London, Selasa, 3 Mei 2016.

Konferensi pers tersebut digelar menjelang pertemuannya dengan beberapa anggota parlemen Inggris. Wenda mengatakan, selain penegakan hak asasi manusia di Papua Barat, Gerakan Bersatu Pembebasan Papua Barat (ULMWP) menuntut penentuan nasib dan masa depan politik sendiri.

"Gerakan kelompok ini kami yakin satu-satunya cara untuk mencapai tujuan dengan damai, yakni melalui proses penentuan nasib sendiri, yang melibatkan pemungutan suara dan diawasi secara internasional," katanya melalui keterangan pers seperti yang dikutip dari BBC, Rabu, 4 Mei 2016.

Menurut dia, pemungutan suara atau referendum harus dilakukan sesuai dengan resolusi Majelis Keamanan PBB 1514 dan 1541. "Yaitu seperti dalam kasus Timor Timur yang sekarang harus menjadi kasus di Papua Barat," ujarnya, menambahkan.

Lebih dari seribu orang di Papua ditangkap ketika menggelar aksi dukungan atas gerakan kemerdekaan Papua pada Senin, 2 Mei 2016. Menurut polisi, kegiatan yang mereka lakukan bertentangan dengan kedaulatan negara. Namun kini mereka sudah dibebaskan.

Terkait dengan pemungutan suara, pemerintah Indonesia telah menegaskan tidak menerima gagasan penentuan nasib Papua sendiri.

Konferensi pers di London dihadiri, antara lain, Perdana Menteri Tonga Akilisi Pohiva; Menteri Luar Negeri Vanuatu Bruno Leingkone; utusan khusus Kepulauan Solomon untuk Papua Barat, Rex Horoi; serta Gubernur Distrik Oro di Papua Nugini Gary Juffa.

Dalam kesempatan itu, PM Pohiva mengaku tidak tahu peristiwa yang terjadi di Papua. Namun ia meyakini, telah terjadi pelanggaran hak asasi dan menegaskan dukungan atas setiap perjuangan penentuan nasib sendiri.

Sedangkan Menteri Luar Negeri Vanuatu Bruno Leingkone menegaskan rasa persatuan dengan Papua Barat. "Vanuatu sudah jelas posisinya mendukung rakyat Papua Barat. Kami semua adalah satu. Kami mengecam semua pelanggaran hak asasi dan menyatakan tidak ada kekerasan kepada saudara-saudara kami di Papua Barat."

Sedangkan Kepulauan Solomon sudah menyetujui anggaran untuk utusan khusus yang akan dibantu oleh seorang penasihat strategis. "Jadi keduanya akan membentuk tim untuk membangun koalisi di Pasifik dan di dunia untuk mengambil tindakan karena perjuangan Papua Barat sudah terlalu lama," ucap Rex Horoi.

Setelah menyampaikan tuntutan dengan dukungan dari MSG, Benny Wenda, yang dulu pernah ditangkap di Indonesia dan kini tinggal di Oxford, Inggris, bertemu dengan beberapa anggota parlemen Inggris untuk meminta dukungan. Masalah Papua sudah final.

INGE KLARA | BBC

KNPB dan Rakyat Papua Gelar Ibadah Syukuran Sambut Pertemuan IPWP di London

KNPB dan Rakyat Papua Gelar Ibadah Syukuran Sambut Pertemuan IPWP di London


Pembacaan hasil pertemuan dan deklarasi Westminister oleh pengurus KNPB dan PNWP di Jayapura. (Harun Rumbarar/SP)
Pembacaan hasil pertemuan dan deklarasi Westminister oleh pengurus KNPB dan PNWP di Jayapura. (Harun Rumbarar/SP)
JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Bertempat di Museum Budaya Expo, Waena, pada Rabu (11/5/2016), Komite Nasional Papua Barat gelar ibadah syukuran menyambut hasil pertemuan International Parlement for West Papua (IPWP) dan Westminter  Declaration for Internasioanl Supervised Vote For West Papua dilakukan di Inggris pada 3 Mei 2016 lalu.
Wakil ketua PNWP wilayah Anim HA, Elieser Anggainggom mengatakan, sebuah langkah bersejarah untuk kebebasan West papua diambil di London.
Pada pertemuan IPWP yang berlangsung di gedung parlemen London, Inggris yakni mendesak agar ada pengawasan dan intervensi internasioanl untuk Papua.
“Pertemuan itu dihadiri oleh perdana menteri Tonga, Menteri luar negeri Vanuatu, Utusan Khusus  Solomon Islad untuk west Papua di MSG, Menteri pertahanan Vanuatu, gubernur Provinsi Oro di PNG, Tuan Harries dari Pentregarth, Kerajaan Inggris, house of lords Pememimpin oposisi Inggris, Juru bicara internatioanal ULMWP, Sekjen ULMWP dan beberapa petinggi negara dan parlemen Inggris,” ungkap Elieser.
Sementara itu, Agus Kossay, ketua I KNPB Pusat mengatakan, hari ini perjuangan papua sudah menjadi perjuangan internasional.
“Jadi orang papua jangan diam. Perjuangan kami sudah menjadi perjuangan internasional. Perjuangan yang bermartabat, perjuangan yang junjung tinggi nilai demokrasi internasional,” kata Kossay.
Ia menambahkan, ada lima poin yang menjadi hasil deklarasi bersejarah dalam perjuangan Papua Barat yang digelar di Inggris.
“Kami umumkan di muka publik saat ini, agar semua rakyat Papua tahu bahwa Papua merdeka bukan hanya milik KNPB, bukan milik ULMWP, melainkan milik semua rakyat bangsa papua. Perjuangan Papua jangan ditutup-tutupi lagi. Dan hasil deklarasi IPWP di Ingirs menjadi bukti bahwa yang minta merdeka bukan segelintir orang saja,” tegasnya.
Berikut hasil hasil pertemuan IPWP dan point-point yang dideklarasikan di London.
Westminter  Declaration for Internasioanl Supervised Vote For West Papua:
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Perdana Menteri Tonga, Samuela ‘Akilisi Pohiva; Menteri Luar Negeri Vanuatu, Bruno Leingkone; Utusan Khusus (Special Envoy) Solomon Islands untuk West Papua di MSG, Rex Horoi; Menteri Pertanahan Vanuatu, Ralph Regenvanu; Gubernur Provinsi Oro, PNG, Gary Jufa; Tuan Harries dari Pentregarth, Kerajaan Inggris, house of lords, RT. Hon Jeremy Corbyn MP, pemimpin oposisi Inggris yang juga pemimpin Partai Buruh di Inggris; Benny Wenda, juru bicara internasional dari United Liberation Movement for West Papua (ULWMP), Octovianus Mote, Sekjen ULMWP, dan beberapa lainnya Parlemen Inggris telah menghasilkan sebuah deklarasi.
Dan berikut adalah bunyi dan isi deklarasinya.
Kami yang bertanda tangan di bawa ini, anggota Parlemen, yang tergabung dalam Anggota Parlemen Internasional Untuk Papua Barat:
  1. Menyatakan bahwa pelanggaran HAM yang sedang berlangsung di West Papua tidak bisa diterima.
  2. Peringatkan bahwa tanpa aksi internasional Orang West Papua sedang menuju pada resiko kepunahan.
  3. Menyatakan kembali hak orang asli West Papua untuk mendentukan nasibnya sendiri.
  4. Mendeklarasikan Aksi Pemilihan bebas (act of free choice) tahun 1969 sebagai tindakan kotor yang melanggar prinsip” act of free choice.
  5. Memanggil sebuah pengawasan internasional terhadap suara West Papua untuk menentukan nasib sendirisesuai dengan resolusi Majelis Umum PBB 1514 dan 1541 (XV).
Ibadah syukuran dihadiri oleh ribuan rakyat Papua Barat yang terdiri dari rakyat sipil, GempaR, Mahasiswa, pemuda dan pengurus KNPB serta PNWP dari seluruh tanah Papua.
Editor: Arnold Belau
HARUN RUMBARAR